Lelucon BUSH : Realita Indonesia

Rekan2…mohon maaf nih mau kirim email dari milist sebelah.. Saya rasa imel yg saya terima dari milis sebelah ini sungguh luar biasa…coba rekan2 simak dan sedikit merenungkan teks ini… tak usah emosi, tak usah debat kusir, tapi tolong bercermin diri… Ini bukan pidato Bush asli, tapi penulisnya sungguh2 jempolan dalam berolah kata…salut juga…hehehe!

Subject: Pidato Presiden George Bush
Sifat : Rahasia Waktu : Rahasia Tempat : Rahasia

Kepada yang terhormat Direktur CIA, FBI, Direktur Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, Freeport, Bangkir2 Internasional, dan semua yang telah membantu kami membiayai perang irak, Afganistan, serta menyebarluaskan kekuasaan Imperium global, Direktur media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih.

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya akan melaporkan keadaan Indonesia , negeri yang mayoritas penduduknya Islam, yang dulu kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya di hadapan kita. Pemimpin Indonesia ketika jaman Kenedy dulu sangat kita ( USA ) takuti, dengan Semboyannya Trisakti:
1) Berdaulat Secara Politik,
2) Mandiri secara Ekonomi
3) Berkepribadian Kebangsaan & Berkebudayaan.
Semboyan itu sangat membakar semangat Rakyat Indonesia kala itu. Bahkan, apabila Trisakti itu jika diteruskan di Indonesia dan menyebar kebelahan dunia dan jika itu dijalankan, Wah…. kita yang menganut paham Kapitalis LiberaL AKAN GULUNG TIKAR DI DUNIA INI.

Ingat, lahan kita ada di 3 Benua, Asia , Afrika, Amerika Selatan (Latin), jadi jangan biarkan mereka bersatu. Tapi, kini, tak ada satupun yang perlu kita takutkan dari negeri itu. Laporan Intelejen mengatakan bahwa tak ada satupun bahaya potensial yang akan mengganggu kepentingan kita di Indonesia. Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah kiriman dari negeri kita.
Lihatlah, ketika kita jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong….Ha ha ha ha (penonton tertawa). Yang lebih lucu lagi kemarin Presidennya sendiri yang memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu. Hahaha (penonton tertawa)..kasihan- kasihan. Saat ini di Indonesia sesuai rencana kita yang dulu… Pemimpinnya bisa kita kemudikan…

Meski kita juga glontorkan US Dolar…, yang nggak masalah, hanya beberapa ratus juta US dolar saja, dengan modal sekecil itu, kita bisa keruk semua Sumber Daya Alam Utamanya dan Pasar yang empuk bagi produk-produk kita, lewat WTO operator kita. Hahahaha…. . Nota kita yang lewat IMF dipatuhi,hik..hik..hik (tertawa meledek). Naikan BBM dalam 1 tahun 2 kali, Impor Beras, Freeport di Timika berhasil, Exxon Mobil di Blok Cepu, beres. Hahahehe…

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, individualisme, yang kita ajarkan itu lewat iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita, propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar dari mereka. Jangankan mereka memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka sendiri.

Bayangkan saja, Negara semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan Jepang , Australia, dan Cina sekalipun. Ha ha ha (penonton tertawa ).

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya sama dengan loper koran di negeri kita, ha ha ha ha… ( penonton tertawa ).

Bayangkan, orang-orang terbaiknya sudah kita rekrut, hadirin. Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk disuap. Demi untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita. Ha ha ha ha ha ( penonton tertawa ).

Tunggu, tunggu, ada kabar yang lebih menggembirakan lagi. Menurut laporan Intelejen yang saya terima, bahwa umat Islam di sana telah terkotak-kotak menjadi banyak kelompok dan golongan. Di sana banyak menjamur ormas-ormas yang berbasis golongan maupun kesukuan yang bergerak seperti milisi-milisi. Tiap-tiap kelompok menjatuhkan yang lain dan mengganggap kelompoknya yang lebih baik dari yang lain, ada bibit kebencian yang besar di antara mereka yang dapat kita manfaatkan. Sangat mudah bagi Intelejen kita yang berpengalaman untuk mengadu domba di antara mereka.

Oh ya, Indonesia juga sudah banyak yang lupa akan Pancasila. Apalagi mereka tidak gunakan Pancasila 1 Juni 1945. Generasi mudanyapun banyak yang nggak tahu, nggak hapal, apalagi roh Pancasila yang sebenarnya. Ya kita biarkan saja, hahaha… Lebih lebih, operasi inteljen kita telah masuk ke intelektual Indonesia untuk menggeser Pancasila dengan Idiologi lain, idiologi yang mengatasnamakan golongan atau mayoritas tertentu.

Pokoknya Inteljen kita terus bergerak dengan halus sehalus kain Sutra…he he he… Mereka intelektual tapi keblinger..Hikhikhi k.., Mereka tidak sadar jika mengganti idiologi selain Pancasila, sebetulnya akan lebih menguntungkan kita, Amerika, dan kita akan semakin obok-obok lagi. Mereka juga tidak sadar bahwa kita mesti akui, Pancasila adalah proses galian yang memang sudah ada dari nenek Moyangnya dalam kehidupan sosial masyarakat yang beradab yang kita mesti acungkan jempol, apalagi itu bisa satukan Indonesia yang beragam agama, beragam suku, beragam etnis budaya, beribu-ribu pulau…

Yang perlu kita perhatikan, di Indonesia Pemerintahan Nasionalis sudah tidak memegang. Yang komitment dengan Nasionalis, ditinggal sendirian. Ada yang sebut Nasionalis tapi hanya mencatut nama, cenderung pragmatis, ya nggak apa, yang model itu yang mesti kita pelihara, hehehe… Kita mesti Ingat, dan ingat betul, Indonesia akan menjadi kuat dan kuat bila Pemerintahan and Partai Politiknya dipegang oleh kaum Nasionalis yang notabene pasti akan menjaga dan mengamankan Pancasila habis-habisan. Intinya, bagaimana kita, negara Amerika, bisa mempengaruhi rakyatnya untuk mendukung kelompok atau partai yang berbasis golongan maupun sectarian agar kita mudah menyetirnya lagi.

Hehehemmm… . Utang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar. 22% APBN mereka habis untuk membayar utang kepada kita, sehingga mengurangi anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan sosial mereka. Sehingga di negeri itu banyak penduduknya yang kelaparan, miskin, sakit dan tak mampu berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita. Karena semakin lama jika kondisi tidak berubah, maka akan tercipta generasi yang lemah dari negeri itu. Yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita kuasai, lebih dari 96 % ladang minyak mereka telah kita miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari itu, mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku, walau banyak yang mengcopy, komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang membajak, bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah produksi perusahaan2 kita…ha ha ha (penonton tertawa).

Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya. 200 juta lebih penduduk negeri itu merupakan konsumen bagi produk-produk perusahaan kita. Singkat kata, Indonesia telah kalah dari kita, baik dari segi ekonomi, militer, politik, budaya, teknologi, dan lain-lain dan lain-lain.

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka saya sarankan agar lebih mengefektifkan promosi budaya konsumtif dan hedonisme kepada mereka. Kepada agen-agen CIA, agar memecah belah umat Islamnya, tebarkan kecurigaan dan fitnah di antara mereka, biar mereka terus berkelahi dan tidak punya waktu untuk melawan imperialisme kita, terus rekrut generasi muda terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusaha an kita, sehingga tidak akan banyak gerakan yang menentang kita.

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerjasama yang luar biasa ini, kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membantu usaha kita, perusahaan-perusaha an multinasional, televisi dan media massa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara sekutu, Economic Hit Man, Mafia Berkeley, dan yang terhormat pejabat korup Indonesia . Dan lain-lain, dan lain-lain.

Sekian dan terima kasih. President USA George W. Bush

forward/terusan dari diansaputra@hotmail.com