Tour De Djokdja

from yogyes.com

Sejak tahun 2002, beberapa tempat di Yogyakarta mulai dihiasi mural. Tempat-tempat itu seolah diberi nuansa baru sekaligus dijaga kelestariannya. Tour de Djokdja kali ini dengan tema “Mural Jogja” mengajak anda untuk menjelajahi sudut kota yang dihiasi dengan mural karya Apotik Komik, sebuah komunitas seniman mural di Yogyakarta, dan karya kolaborasi dengan seniman mural asal San Fransisco lewat Sama-Sama/Together Project.

Jembatan Lempuyangan tempat bapak dan anaknya melewatkan sore sambil menunggu kereta lewat mengajak anda untuk menikmati mural-mural yang bernuansa fun. Sementara, Perempatan Galeria mengajak anda mengenang sejarah tempat itu lewat mural yang berisi sindiran bagi para penjudi. Dan akhirnya, Bioskop Permata yang berdiri sejak tahun 1940-an mengajak anda untuk mengagumi karya Aaron Noble, muralis asal Amerika yang membuat “Matahari”, sosok superhero imajinasinya.

Selamat berkelana!

  • Taman Mural di Kolong Jembatan Lempuyangan
    Kolong Jembatan Lempuyangan yang dikenal sebagai tempat anak-anak berimajinasi naik kereta kini tampak lebih berwarna. Beragam mural menjadikan tempat ini tak hanya sebagai taman bermain yang asyik, tetapi juga taman mural yang indah.
  • Cerita Mural di Perempatan Galeria
    Secuplik kisah tentang Perempatan Galeria bisa diketahui dengan melihat mural di salah satu sudutnya. Mural itu bercerita tentang aktivitas perjudian yang sering berlangsung hingga penempelan poster-poster iklan.
  • “Matahari” dalam Senjakala Bioskop Permata
    Bioskop Permata yang berdiri sejak tahun 1940-an seolah diremajakan oleh Aaron Noble, seorang muralis asal San Fransisco. Karya mural yang berjudul “Matahari” itu seakan bermaksud untuk memberi ‘terang’ dalam senjakala Bioskop Permata.